Senin, 05 Desember 2016

Strategi Mahasiswa Unnes Menjadi Wirausaha Sukses
Bersama Kopma dan TAPP Commerce
Perekonomian Indonesia kini sedang memasuki babak baru. Muncul berbagai lembaga keuangan yang menjadi tumpuan masyarakat dalam meminjam maupun menyimpan uang mereka seperti perbankan, leasing, pegadaian, dan koperasi. Dari segi perkoperasian sendiri sudah tumbuh banyak koperasi di Indonesia khususnya yang ada di pulau Jawa. Persebarannya sungguh luar biasa. Koperasi sebagai soko guru perekonomian di Indonesia perlu di tingkatkan penggunaanya. Salah satu koperasi yang menjadi tumpuan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia adalah Koperasi Mahasiswa (Kopma). Kopma menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk memiliki pengalaman berkoperasi dan berwirausaha sendiri. Kopma Unnes adalah salah satu koperasi mahasiswa yang memiliki anggota lumayan banyak yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Negeri Semarang.
Semakin berkembangnya zaman ke era modernisasi ini, perjuangan untuk menciptakan lapangan kerja baru kian beragam. Di era digital, teknologi menjadi salah satu kunci yang perlu diintegrasikan dalam dunia wirausaha. Salah satu perusahaan start up berbasis online asal Finlandia, TAPP Commerce memiliki inovasi dalam merangkul masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah dalam berwirausaha. TAPP Commerce sendiri didirikan pada September 2013 di Turku, Finlandia, oleh Warren Sample selaku Co-Founder dan CEO serta Tomi Heinonen selaku VP dan Engineer. Keduanya merupakan mantan staf senior di Nokia. Meski berasal dari negeri seribu danau itu, layanan TAPP Commerce ditujukan untuk negara-negara berkembang. Layanan ini pertama kali hadir di Indonesia, lalu menyusul di Filipina, Thailand, Vietnam, dan Myanmar. Nantinya, keberadaan TAPP Market di berbagai negara berkembang tersebut memungkinkan merchant untuk menjual produknya lintas negara. TAPP Commerce adalah salah satu perusahaan mobile commerce dengan berbagai layanan fitur online di dalamnya Sejak Juli 2015, lewat TAPP Indonesia, yang merupakan perwakilannya di tanah air, mereka menawarkan solusi dalam bentuk platform mobile commerce berbasis lokasi bernama TAPP Market.
TAPP Indonesia menyatakan bahwa sejak diluncurkan pada bulan Juli, TAPP Market telah memiliki jaringan agen yang cukup kuat di 11 kota di Indonesia dan akan terus berkembang pesat dalam waktu dekat. TAPP Market telah memiliki lebih dari 17.000 agen terdaftar dan lebih dari 350.000 unique consumers yang sudah melakukan transaksi melalui aplikasi TAPP Market. Inilah yang dinamakan dengan Network Effect. Selain itu, TAPP Commerce Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan 80 kampus di seluruh Indonesia. TAPP Commerce juga rutin melakukan sosialisasi kepada mahasiswa maupun koperasi mahasiswa setiap minggu. Kopma Unnes saat ini telah memulai kerjasama dengan TAPP Indonesia yaitu salah satu perusahaan online commerce yang sudah memiliki pangsa yang cukup besar baik di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara salah satunya adalah Filipina. Di hadapan mahasiwa Unnes yang mengikuti Seminar dan Pendidikan Menengah Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unnes di gedung Dekanat FIP Lt.3 tersebut, Bapak Heru Setiawan selaku Coordinator TAPP Commerce Indonesia Area Semarang memberikan berbagai penjelasan tentang TAPP Commerce dan aplikasi yang ada di dalamnya.
Perusahaan TAPP menawarkan program unbanked yaitu perusahaan menyasar pada orang-orang yang tidak memiliki rekening. Jumlah pengguna rekening di Indonesia yang masih sedikit yang kemudian memuculkan program unbanked ini. Konsep yang di tawarkan oleh TAPP Market sendiri adalah sistem cash yaitu pembayaran secara tunai kepada agents. Salah satu alasan TAPP Market menerapkan transaksi berbasis cash adalah bahwa jumlah rekening bank di Indonesia sangatlah minim. Hanya ada 20-30 juta orang yang menggunakan rekening dan 14 juta orang yang menggunakan kartu kredit dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia.
Mahasiswa dijadikan salah satu mitra dari TAPP Market. Mahasiswa di harapkan memiliki kreativitas dalam membuat usaha baru yang memiliki nilai jual sendiri sehingga mereka bisa menjadi wirausaha sukses nantinya. Saat ini TAPP Market menyediakan produk fisik maupun non fisik. Produk-produk non fisik yang ditawarkan masih sebatas pulsa telepon seluler, token listrik, dan voucher games. Ada juga paket berlangganan layanan streaming musik Guvera. Namun untuk produk fisiknya masih beberapa saja yang bisa di jual di dalam aplikasi TAPP Market sendiri. Kopma Unnes yang saat ini menjadi mitra kerjasama TAPP Commerce di harapkan bisa menarik minat mahasiswa untuk memiliki jiwa untuk berwirausaha. Untuk menjadi customers dari TAPP Market ini, mahasiswa Unnes harus bergabung menjadi anggota koperasi mahasiswa yang kemudian mahasiswa akan di daftarkan oleh agents yaitu Kopma Unnes. Aplikasi TAPP Market sendiri bisa di unduh di Google Play Store. Untuk tahap perkembangannya, TAPP Indonesia Area Semarang membuka pelatihan dan pembinaan secara gratis di Gedung Dekopinda (Dewan Koperasi Daerah) Kota Semarang Lt.2.
Diakhir pemaparan seminar tersebut, Bapak Heru Setiawan memberikan motivasi kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Unnes agar terus mengembangkan kreativitas mereka dalam jual beli online karena sudah semakin banyaknya penjualan berbasis online di Indonesia, sehingga untuk memperluas jaringan perlu di lakukan kerjasama dengan perusahaan yang memang bisa membantu mahasiwa dalam menjual barang dari mahasiswa serta dapat mengembangkan jiwa wirausaha yang mereka miliki.
Semakin penasaran dengan aplikasi TAPP Market ini, para pengguna bisa segera mengunduh dan mempelajari prosesnya di aplikasi tersebut. Caranya cukup mudah yaitu dengan membuka aplikasi Google Play Store lalu kemudian cari aplikasi Tapp Market kemudian unduh dan segera pakai aplikasi tersebut. Saat ini, TAPP Market dapat diakses melalui perangkat mobile dengan platform android. Selain itu, TAPP juga dapat diakses melalui aplikasi peramban di desktop. Para pengguna aplikasi TAPP Market semakin di mudahkan dengan kehadiran aplikasi ini. Selamat Mencoba.

ARTIKEL TENTANG STRATEGI INOVASI INDUSTRI KREATIF INDONESIA DI TENGAH TANTANGAN EKONOMI GLOBAL (Dalam Seminar dan Pendidikan Menengah Koperasi Mahasiswa Unnes, 3 Desember 2016) Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Koperasi dan UMKM Penulis : Moh Kuspihanto / Mahasiswa Unnes / Pendidikan Ekonomi (Koperasi) Dipublikasikan tanggal 5 Desember 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar